BERITA UNIK

Warna Dominan Alam Semesta Ternyata Bukan Hitam

Marioqqlounge – Warna Dominan Alam Semesta Ternyata Bukan Hitam. Di saat siang hari, langit akan berawarna biru muda cerah. Kemudian berubah jelang Matahari terbenam menjadi jingga. Dan, malam hari menjadi hitam. Menjadi pertanyaan, apakah warna yang paling dominan di alam semesta?

Terkait pertanyaan tersebut, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) memberikan jawaban ilmiahnya.

Baca Juga : Rapper Meksiko Klaim Jadi Orang Pertama Pasang Rambut Emas

Lapan menyebutkan fenomena tersebut terkait dengan hamburan sinar Matahari oleh partikel-partikel gas di atmosfer Bumi. Fenomena ini disebut juga sebagai Hamburan Rayleigh.

Andi Pangerang, Peneliti Pusat Sains dan Antariksa Lapan mengatakan, pada dasarnya, hitam bukanlah warna. Hitam dalam spektrum elektromagnetik menunjukkan bahwa setiap spektrum lebih banyak di serap seluruhnya oleh benda dan tidak dapat lolos, ataupun di pantulkan kembali oleh benda tersebut.

Dengan kata lain, hitam adalah ketiadaan cahaya yang dapat di deteksi oleh indra penglihatan kita maupun alat optik lainnya. Terlebih lagi, jarak antarbintang yang cukup jauh tidak cukup membuat bintang terlihat seterang pusat tata surya di Bumi, yakni Matahari.

Warna Dominan Alam Semesta Ternyata Bukan Hitam

Apa yang kita persepsikan sebagai warna, pada dasarnya adalah spektrum elektromagnetik yang di pantulkan kembali ke mata kita. Yang mana di dalam bola mata kita terdapat tiga sel kerucut dan satu sel batang.

Warna Dominan Alam Semesta Ternyata Bukan Hitam

Keempatnya terletak di retina di belakang bola mata kita. Masing-masing sel kerucut ini peka terhadap tiga warna, merah, hijau dan biru. Sedangkan, sel batang peka terhadap intensitas cahaya yang rendah.

Prinsip serupa di terapkan oleh alat optik yang menggunakan charge-coupled device atau CCD. Semacam sensor yang berfungsi untuk menangkap gambar.

Setiap spektrum elektromagnetik memiliki panjang gelombangnya masing-masing. Spektrum cahaya tampak atau spektrum kasat mata, termasuk salah satu dari spektrum elektromagnetik yang masih dapat di amati oleh mata manusia.

Rentang panjang gelombangnya berkisar antara 400-700 nanometer (1 nanometer = sepermiliar meter). Merah memiliki panjang gelombang yang lebih besar, yaitu 700 nanometer, sedangkan ungu memiliki panjang gelombang yang lebih pendek, yakni 400 nanometer.

Ketika bintang mula-mula terbentuk, cenderung berwarna kebiruan sehingga warna yang mendominasi alam semesta adalah biru. Seiring berjalannya waktu, bintang-bintang akan semakin meredup dan membengkak menjadi raksasa merah. Warna yang mendominasialam semesta akan semakin bergeser ke arah merah.

Andi menjelaskan kelak, ketika seluruh bintang di deret utama (kecuali katai merah dan katai coklat) berevolusi menjadi raksasa merah, warna tunggal yang mendominasi alam semesta adalah merah.

Ketika raksasa merah ini meledak menjadi supernova dan menghasilkan lubang hitam. Maka warna yang mendominasi alam semesta adalah hitam karena seluruh cahaya sudah di serap seluruhnya oleh lubang hitam dan tidak akan lolos.

Sumber : Marioqq Poker Online

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *